Archive | Kilas Info

Facebook Haram untuk Bergosip


DALAM Sebuah pertemuan selama dua hari di Surabaya, para ulama memperdebatkan meroketnya popularitas Facebook, sebuah situs jejaring sosial yang menghubungkan seseorang dengan teman-temannya atau rekan kerjanya di dunia maya.

Di hari terakhir pertemuan tersebut, para ulama, Jumat (22/5), menyatakan setuju terhadap kehadiran dan fungsi Facebook, namun tidak setuju bila situs tersebut digunakan untuk bergosip atau ‘bermain mata’ dengan orang yang bukan pasangannya (flirting).

Dalam acara yang diikuti oleh tak kurang dari 700 ulama tersebut, dicapai kesepakatan bahwa dibutuhkan sebuah pedoman untuk mengatur para pengikutnya dalam menggunakan internet.

“Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya keluhan mengenai kehadiran Facebook dan situs jejaring sosial lainnya yang dianggap mendukung kegiatan yang menuju perselingkuhan,” ujar juru bicara penyelenggara pertemuan tersebut, Nabil Haroen.

Bahkan para ulama dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa Facebook adalah haram bila digunakan untuk bergosip ataupun menyebar kebohongan. Tidak hanya itu, ulama juga secara spesifik melarang pengikutnya untuk memberikan pertanyaan intim maupun yang bersifat vulgar di situs tersebut.

Di sisi lain, para ulama juga menyatakan adanya sisi positif dari Facebook dan tren komunikasi internet lainnya.

“Masa kini tren kehadiran situs-situs semacam itu telah menghapus berbagai kendala ruang dan waktu. Contohnya, seseorang akan lebih mudah untuk melakukan kontak dengan para ulama ataupun membuat pasangan yang akan menikah untuk lebih mengenal satu sama lain lebih mendalam,” seperti yang tertulis dalam maklumat sepanjang 300 kata sebagai hasil keputusan pertemuan tersebut.

Indonesia adalah sebuah negara sekular yang berpenduduk total 235 juta penduduk yang 90 persen diantaranya beragama muslim. Sedangkan Facebook adalah situs yang kini menduduki peringkat teratas yang paling sering dikunjungi orang di dunia, mengalahkan situs mesin pencari Google dan Yahoo!.

dikutip dari media indonesia

Posted in Berita & Artikel, Kilas InfoComments (1)

Tags: , ,

Situs & Blog Diincar Pajak


JAKARTA: Pemerintah akan menarik pajak bagi pemilik situs pribadi atau blog yang memasarkan produk melalui Internet. Maraknya penjualan berbagai jenis produk melalui blog pribadi dinilai sebagai peluang ekonomi baru.

Kusmayanto Kardiman, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menrsitek), mengatakan tingginya pertumbuhan blog pribadi yang dimanfaatkan sebagai sarana jual beli, mulai dari promosi hingga pemesanan merupakan sebuah potensi positif.

“Pemerintah melihat itu sebagai suatu potensi pemasukan baru dari pajak,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan penarikan pajak akan dibarengi dengan pemberian insentif kepada para pemilik blog dan masyarakat yang belanja dari sana. Namun, bagaimana sistem penarikannya harus dibuat skemanya lebih dahulu.

Pemerintah sendiri dipastikan tidak bisa memberikan insentif secara langsung. Paling dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan dana pajak untuk memperluas infrastruktur sehingga penggunaan Internet bisa menjangkau wilayah yang lebih luas dan lebih murah.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur merupakan bentuk insentif tidak langsung, tetapi dampaknya akan langsung terasa bagi para wirausaha yang menggunakan media pemasaran Internet.

Infrastruktur Internet di Tanah Air masih sangat tertinggal, yang di antaranya terlihat dari aksi partai potilik dan calon legislatif pada pemilu kali ini. Mereka kurang menggarap kampanye digital melalui media Internet, karena jumlah penggunanya sangat kecil dibandingkan dengan total penduduk Indonesia.

Perkembangan industri digital di Indonesia sejauh ini menunjukkan peningkatan signifikan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan jumlah perusahaan yang melakukan kegiatan promosi, pemasaran, dan komunikasi melalui Internet, dan media digital lainnya.

“Saya optimistis dengan ini semakin banyak anak muda yang bisa berwirausaha di bidang terkait,” ujarnya.

Shinta Dhanuwardoyo, CEO PT Bubu Kreasi Perdana, mengatakan pihaknya berusaha mengembangkan kesadaran masyarakat muda dalam memanfaatkan Internet sebagai media kampanye dan pemasaran digital yang murah meriah, salah satunya melalui pemberian anugerah.

“Kami meluncurkan kompetisi Bubu Award V.06 untuk menstimulasi para pelaku industri terkait merancang kampanye pemasaran digital. Apalagi Industri digital Indonesia diproyeksikan tumbuh 100% hingga 2010,” ujarnya.

Tahun ini Bubu Award mendorong para calon pesertanya yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk melakukan eksplorasi lebih dalam terhadap objek wisata Taman Nasional Komodo.

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

Posted in Berita & Artikel, Kilas InfoComments (7)

twitter_logovb1 facebook-logo Advertise Here

Categories

THE AUTHOR

arsyadsalam1Arsyad Salam, Arsyad, pemilik blog ini adalah seorang pembual. Senang menulis meski buta kaidah SPO. Senang main musik meski buta partitur angka apalagi not balok. Pemurah, baik hati dan tidak sombong. Tinggal di Kendari Sulawesi Tenggara
wikipedia-logo-thumb
aiphp1