Negeri Para Calo

16aa67b4cd8e34f55bd1fd0e70da67bb
Inilah negeri yang unik. Negeri dimana ada pemerintah dan aparat yang bekerja dengan bantuan para calo. Di terminal ada calo. Di bandara ada calo. Di pelabuhan. Di stasiun kereta api. Itu baru di ruang publik yang terbuka dan terang-terangan. Yang di dalam bilik bilik kantor pemerintah, yang samar samar tapi sangat terasa ternyata lebih parah lagi.

Ada calo tenaga kerja, penerimaan pegawai, suap sana suap sini. Makelar kasus dan lain lain. Entah mengapa mereka ini bisa bertahan hidup dan langgeng hingga hari ini.

Komitmen pemerintah sebagaimana sering dilansir presiden tentang niat yang luhur untuk memberantas KKN bagai nyanyian basi yang sudah sering disetel berulang ulang. Lagunya itu itu terus dari dulu sampai sekarang : memberantas korupsi, kolusi. Alih alih mendapatkan hasil baik, yang terjadi malah tontonan betapa negeri ini sebenarnya sudah dikendalikan para calo.

Presiden pernah mengatakan bahwa dirinya akan berdiri paling depan kalau ada upaya upaya untuk melemahkan KPK. Tapi komitmen itu terasa tak sungguh sungguh lantaran beliau tak mau ikut campur dalam kasus Bibit-Candra, padahal Polisi dan Jaksa, dua lembaga yang berada di bawah presiden jelas-jelas terlibat. Kenapa presiden tak memecat Kapolri atau mengganti Kepala Kejaksaan Agung sebagai langkah awal komitmennya itu? Ini yang menjadi pertanyaan.

Dan Anggodo masih melenggang. Belum ditahan. Padahal logika orang goblok sekalipun, Anggodo jelas jelas merupakan aktor utama penjungkirbalikkan hukum di negeri ini yang menyebabkan orang orang macam Bibit Samad dan Chandra Hamzah meringkuk dalam kerangkeng polisi. Mengapa polisi selalu berdalih belum cukup bukti. Lalu upaya penyuapan kiri kanan yang terbongkar melalui telepon dengan para petinggi penegak hukum bukankah itu adalah bukti yang kuat dan sahih??

Dan anggota DPR mengapa pula ikut ikutan menjadi Humas Polri? Kasus ini menjadi tontonan publik yang menjijikkan lantaran hukum bisa diatur. Diperjualbelikan dengan begitu gampangnya. Seorang Anggodo yang mengaku sebagai rakyat biasa ternyata lebih digdaya dibanding presiden yang memilih tak mau ikut campur kasus memuakkan ini.

Rakyat lagi lagi menyaksikan betapa aparat pemerintah kita benar benar tak punya komitmen untuk melakukan perbaikan atau minimal menjaga agar namanya tak ambruk di mata orang ramai. Tapi sekarang inilah yang terjadi.

Leave a Reply

twitter_logovb1 facebook-logo Advertise Here

Categories

THE AUTHOR

arsyadsalam1Arsyad Salam, Arsyad, pemilik blog ini adalah seorang pembual. Senang menulis meski buta kaidah SPO. Senang main musik meski buta partitur angka apalagi not balok. Pemurah, baik hati dan tidak sombong. Tinggal di Kendari Sulawesi Tenggara
wikipedia-logo-thumb
aiphp1